::Home
    Agenda
    Kegiatan Rutin
    Liputan
    Renungan
    Tentang PUKAT
    Sejarah PUKAT
    Struktur Organisasi
    Personal Social Responsibility
    KEGIATAN
    Cawan Getsemani
    Forum Bisnis dan Intelektual
    BASOKA
    Misa Profesional & Usahawan
    Misa Bahasa Inggris
    Seminar Bisnis
    Pukat Mandiri
    The Guidance
    Coffee Morning
    Hubungi Pukat





MISA PROFESIONAL DAN USAHAWAN, DESEMBER 2014





Renungan Hari Sabtu, 08 Desember 2014

JANJI TUHAN

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian. (2 Petrus 3:9a)

Hampir semua orang pernah berjanji, tetapi mengapa banyak orang tidak menepati janji yang pernah diucapkannya? Padahal seharusnya menepati janji bagaikan urat nadi bagi kelangsungan hubungan kedua belah pihak, di mana yang satu punya kewajiban, sebab itu juga punya hak terhadap yang lain, secara timbal balik.

Di sepanjang perjalanan hidup setiap orang, pasti 1001 macam janji telah dibuat, dari yang besar, sampai yang kecil. Dari yang resmi pakai akte notaris, sampai yang tidak tertulis, dari janji kepada orang lain, sampai janji terhadap diri sendiri.

Kita sering melupakan apa yang sudah kita janjikan dan gawatnya adalah, hidup kita berjalan seperti biasa, seolah-olah tak pernah ada janji apa pun yang kita ucapkan.

Untunglah kita punya Tuhan yang selalu menepati janji-Nya. Pemazmur mengatakan, 'Janji Tuhan adalah murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan tanah.'

Tuhan Yesus memberkati.


Renungan Hari Sabtu, 07 Desember 2014

MENGARAHKAN ARAH LAYAR HIDUP

Pernahkah mengamati perahu layar yang berlayar di laut? Mana yang lebih menentukan arah perahu layar tersebut, arah angin atau arah layar? Tentu saja arah layar. Buktinya, ada angin kencang bertiup dari arah Selatan, tapi tetap saja perahu tersebut bisa bergerak ke arah Barat atau Timur. Bahkan pelaut yang berpengalaman bisa berlayar ke arah yang bertentangan dengan arah angin itu. Pelaut tersebut memang tidak bisa mengubah arah angin, tapi dia bisa mengubah arah layarnya menuju tempat yang dikehendakinya.

Yang menentukan tercapai tidaknya tujuan hidup kita bukanlah ‘arah angin’, yaitu situasi & kondisi yang terjadi di sekeliling kita. Yang menentukan adalah ‘arah layar’ yaitu keputusan kita dalam situasi & kondisi tersebut. Kadang kita dihadapkan situasi & kondisi yang bertentangan dengan tujuan kita. Masalah, pergumulan, tekanan hidup & situasi di sekeliling kita bisa menjauhkan kita dari tujuan yang ingin dicapai. Namun ingat, Hidup adalah Pilihan, ‘Arah Layar’ yang menentukan, bukan ‘Arah Angin’.

Kita tak bisa menolak datangnya masalah, meski demikian kita bisa mengubah arah layar. Kita bisa mengubah Masalah menjadi Berkat. Ke mana arah angin tidak lagi terlalu penting, YANG PENTING ADALAH BAGAIMANA KITA MENGARAHKAN LAYAR KITA.

Siapakah orang yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” (Mazmur 25:12,14)





 Arsip: