::Home
    Agenda
    Kegiatan Rutin
    Liputan
    Renungan
    Tentang PUKAT
    Sejarah PUKAT
    Struktur Organisasi
    Personal Social Responsibility
    KEGIATAN
    Cawan Getsemani
    Forum Bisnis dan Intelektual
    BASOKA
    Misa Profesional & Usahawan
    Misa Bahasa Inggris
    Seminar Bisnis
    Pukat Mandiri
    The Guidance
    Coffee Morning
    Hubungi Pukat





MISA PROFESIONAL DAN USAHAWAN, OKTOBER 2014



Syaloom,
Kami mengundang dan memohon kehadiran Bapak, Ibu, Saudara/i para USAHAWAN dan PROFESIONAL KATOLIK dalam acara: MISA PROFESIONAL DAN USAHAWAN, yang akan diadakan pada:
Hari, tgl : Jum'at, 17 Oktober 2014
Pukul : 19.00 WIB
Tempat : Hotel Pullman (d/h Meritus) lantai 6, Jl. Basuki Rachmad 67 - 73, Surabaya

Gathering & networking sehabis Misa dengan minum kopi dan teh.

Mohon mengajak teman, saudara dan kenalan untuk menghadiri misa tersebut. Ditunggu kehadirannya.

Informasi lengkap, silakan hubungi: Sekretariat Pukat, Jl. Ambengan 44, Surabaya, tlp: 5349304, 5358872, 08123043333.

Terima kasih, Tuhan memberkati pelayanan kita.
www.pukat.org


Renungan Hari Sabtu, 30 September 2014

MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA

Warna abu-abu merupakan campuran hitam dan putih, abu-abu dipakai sebagai kiasan mengenai sesuatu yang tidak jelas posisinya, tidak di hitam, tidak di putih, tidak baik, tidak jahat, percaya tidak, tidak percaya juga bukan, banyak orang mengira bahwa berada di zona abu-abu ini adalah win-win solution, ini pilihan yang tepat ketika seseorang takut kehilangan sesuatu sementara ia masih diliputi keraguan.

Memang, cara yang aman ketika menghadapi konflik adalah dengan bersikap netral, tidak berpihak. Gereja juga acapkali mengambil sikap untuk tidak berpihak, juga ketika masalah keadilan dan kebenaran dipersoalkan. Kita, seringkali seperti Pilatus, lebih suka mencuci tangan dari pada mengambil resiko karena berani memilih

Sering kita tidak sadari, bahwa dengan begitu, seperti Pilatus pula, kita menyerahkan Yesus untuk disesah dan disalibkan. Salah satu alasannya, karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak. Kita juga seringkali seperti Pilatus, tidak berani dengan jelas berpihak pada keadilan, sesungguhnya kita menyerahkan keadilan untuk disesah dan disalibkan.

Yesus tidak menginginkan umat-Nya hidup aman dalam kamar isolasi yang bebas hama, Ia mengutus kita ke dalam dunia untuk menjadi garam dan terang, bukan untuk mencari aman dan cuci tangan.

Tuhan Yesus memberkati.


Renungan Hari Sabtu, 29 September 2014

DIA SEDIAKAN SEGALANYA

Yoh 1:48: Kata Natanael kepadaNya: 'Bagaimana Engkau mengenal aku?' Jawab Yesus kepadanya: 'Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.'

Allah yang kita sembah adalah Allah yang sangat luar biasa. Dia tahu segala sesuatu. Yesus yang belum bertemu dengan Natanael, sudah tahu segalanya tentang dia bahkan sebelum Filipus memanggilnya.

Begitu juga pengenalan Dia akan diri kita. Dia tahu setiap detail dari diri kita bahkan sejak sebelum kita dibentuk. Dia tahu sifat-sifat kita, juga keinginan-keinginan kita. Terlebih dari itu, Dia tahu kebutuhan diri kita, apa itu dan kapan saat paling tepat kita memilikinya.

Dewasa ini, banyak orang kuatir akan apa yang dia miliki, akan masa depannya, dan banyak hal lagi. Mereka dengan kekuatan sendiri berusaha mencari dan memenuhi kehausan mereka itu. Namun yang sangat disayangkan, mereka mencari hal duniawi saja, yang notabene sifatnya fana.

Hanya satu yang bisa memenuhi segala 'kehausan' kita, Dialah Allah Yang Penuh Kasih dan Penuh Kuasa. Selain Dia bisa memenuhi segala kebutuhan kita, Dia juga tahu secara sangat tepat kapan kita butuh hal itu. Bahkan seringkali tanpa kita sadari, Dia sediakan apa yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Doa : Tuhan, seringkali aku kuatir akan banyak hal dan diracuni dengan kekuatiran dunia. Ampuni aku dan bimbing aku supaya bisa berserah penuh padaMu. Tambahkan imanku bahwa hanya Engkaulah satu-satunya yang tahu diriku secara utuh dan hanya Engkau pula yang bisa memenuhi segala kebutuhanku. Amin.






 Arsip: