::Home
    Agenda
    Kegiatan Rutin
    Liputan
    Renungan
    Tentang PUKAT
    Sejarah PUKAT
    Struktur Organisasi
    Personal Social Responsibility
    KEGIATAN
    Cawan Getsemani
    Forum Bisnis dan Intelektual
    BASOKA
    Misa Profesional & Usahawan
    Misa Bahasa Inggris
    Seminar Bisnis
    Pukat Mandiri
    The Guidance
    Coffee Morning
    Hubungi Pukat





MISA PROFESIONAL DAN USAHAWAN, JANUARI 2015





Renungan Hari Sabtu, 08 Januari 2015

MENGHITUNG HARI - HARI KITA DENGAN BIJAKSANA

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)

Kita baru menapaki tujuh hari di tahun ini, masih ada 358 hari yang harus kita lalui untuk mengakhiri tahun 2015 ini. Ayat di atas adalah doa Musa yang hidup pada tiga periode berbeda, pertama dia hidup di istana selama 40 tahun, lalu 40 tahun kedua, dia menjadi buron akibat membunuh orang Mesir dan dia tinggal di padang rumput dan episode ketiga adalah ketika dia dipanggil Tuhan untuk membebaskan Israel dari jeratan Mesir dan memimpin mereka ke tanah perjanjian.

Tiga episode hidup Musa mengantarkan dia sampai kepada doanya, dia melukiskan betapa besarnya Allah dan betapa lemahnya manusia, namun di dalam kelemahannya manusia seringkali kurang ajar kepada Allah, berkeluh kesah, komplain, bahkan membuat Allah tandingan dengan membuat patung lembu emas untuk disembah.

Musa mengajarkan kepada orang bagaimana menghitung dengan ketelitian, memperhatikan dengan cermat dan memahami dengan bijak setiap hari dalam hidupnya agar orang tahu apa yang Tuhan mau lakukan atau kehendaki di dalam hidupnya. Dengan menghitung hari kita diingatkan betapa besar kasih Allah kepada kita, betapa sempurnanya penyertaan Tuhan di dalam hidup kita.

Ke depan, kita harus menghadapi persoalan dan pencobaan, tetapi dengan menghitung hari, kita diingatkan untuk semakin melekat kepada Tuhan yang menjadi Juruselamat kita. Dengan menghitung hari kita dibawa pada komitmen untuk mengurangi dosa dan kesalahan kita, hidup benar. Dengan menghitung hari, kita diajar untuk menjadi lebih bijak, belajar memahami dan menghargai sesama.

Ingatlah, semakin hari semakin pendek kehidupan kita, hitunglah hari-hari kita dan jadilah bijaksana.

Tuhan Yesus memberkati.


Renungan Hari Sabtu, 07 Januari 2015

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1Yoh 4:18)

Dalam hidup, banyak hal yang menjadi misteri. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Keterbatasan pengetahuan ini menyebabkan manusia punya rasa takut, yang bukannya membuat dia maju, malahan hanya membuat manusia terhambat dalam menjalani hidupnya dengan baik.

Rasa takut bisa dalam banyak hal. Takut dalam gelap, takut tidak naik kelas, takut tidak sukses dalam pekerjaan/karir, takut menderita, takut masa depannya tidak bahagia, dan sebagainya. Rasa takut hanya makin membawa kita ke dalam keadaan yang negatif, menghambat kita bergerak maju, menghambat kita berkembang menjadi pribadi yang luar biasa.

Para murid karena merasa takut melihat Yesus berjalan di atas air (Mar 6:45-52), menghambat mereka melihat kuasa Allah. Padahal mereka baru saja mengalami mukjizat 5 roti dan 2 ikan bisa memberi makan 5000 orang. Rasa takut melihat sesuatu yang di luar kebiasaan, menutup mata dan hati mereka melihat kemuliaan Allah.

Wajar bila sebagai manusia kita memiliki rasa takut. Namun bila rasa takut itu sangat menguasai kita, hal ini hanya akan menutup kuasa Allah bekerja dalam hidup kita, menghambat kita menjadi pribadi yang luar biasa.

Rasa takut dan kuasa Allah adalah 2 hal yang bertentangan. Di dalam kuasa Allah tak ada tempat untuk rasa takut. Hanya dengan bersandar pada Allah dan kesadaran serta keyakinan penuh akan kuasa Allah saja yang bisa membawa kita keluar dari rasa takut yang berkepanjangan.

Doa : Tuhan, banyak perkara yang tidak aku mengerti sampai saat ini yang kadang membuat aku takut untuk melangkah. Aku mau keluar dari rasa takut itu dan bersandar penuh padaMu. Aku yakin bahwa Engkau selalu berada bersamaku di mana pun dan kapan pun. Amin.

God Bless You





 Arsip: