::Home
    Agenda
    Kegiatan Rutin
    Liputan
    Renungan
    Tentang PUKAT
    Sejarah PUKAT
    Struktur Organisasi
    Personal Social Responsibility
    KEGIATAN
    Cawan Getsemani
    Forum Bisnis dan Intelektual
    BASOKA
    Misa Profesional & Usahawan
    Misa Bahasa Inggris
    Seminar Bisnis
    Pukat Mandiri
    The Guidance
    Coffee Morning
    Hubungi Pukat





MISA PROFESIONAL DAN USAHAWAN, MARET 2015





Renungan 24 Februari 2015

HAK PEMBALASAN DI TANGAN TUHAN

Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau. (1 Samuel 24:12)

Hati yang disakiti memang menjadi sarana yang baik bagi iblis untuk bekerja, dari sana akan melahirkan amarah dan kebencian dan ujung-ujungnya melahirkan dendam yang membara.

Rasa sakit hati akan melahirkan dendam dan dendam akan membuat hati dan pikiran kita dipenuhi hal-hal yang jahat terhadap orang yang menyakiti kita, kita senang kalau orang yang menyakiti kita celaka, kalau perlu mati.

Daud di dalam hidupnya dibuat menderita oleh Saul, ia terpaksa berada di pelarian akibat diburu Saul yang ingin membunuhnya, tidak tanggung-tanggung Saul mengerahkan 3000 prajurit hanya untuk memburu Daud.

Daud memiliki kesempatan baik untuk membunuh Saul, ketika Saul hendak membuang hajat dan masuk ke dalam goa, hanya sendirian, namun Daud tidak melampiaskan dendamnya, dia lebih memilih dikuasai oleh kasih Allah daripada dikuasai dendam kesumat, dia hanya memotong punca jubah Saul, dia juga melarang orang-orangnya menyerang Saul.

Daud berkata kepadanya, 'Lihatkah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih daripada kejahatan dan pengkhianatan dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.' Daud menyerahkan persoalannya kepada Tuhan. Hak pembalasan ada di tangan Tuhan, tugas kita adalah mengampuni.

Alfred Plummer, seorang penulis mengatakan, membalas kebaikan dengan kejahatan adalah sikap iblis, membalas kebaikan dengan kebaikan itu manusiawi, tetapi membalas kejahatan dengan kasih merupakan sikap Ilahi.

Tuhan Yesus memberkati.


Renungan 23 Februari 2015

ONE - MINUTE PRAYER

Tuhan Yesus,
saat kami menjalin hubungan sosial dengan sesama kami, seringkali hal yang pertama kali kami lihat adalah penampilan luarnya, dan segala atribut yang melekat pada diri orang tersebut.

Kami cenderung lebih menghargai orang yang berpenampilan baik, dan mempunyai kedudukan sosial yang baik pula, meski kami sadar bahwa penampilan luar dan kedudukan sosial tidaklah memberikan jaminan akan kualitas yang baik dari dalam diri orang tersebut.

Ampunilah kami, Tuhan, karena kami sudah teramat sering dengan mudahnya menilai dan menghakimi seseorang hanya dari penampilan luarnya saja tanpa berusaha untuk lebih mengenal pribadi orang tersebut.

Tolonglah kami Tuhan, agar mengubah cara pandang kami terhadap orang - orang yang kami temui di dalam kehidupan kami, sehingga bukan lagi penampilan luar yang kami jadikan patokan, melainkan kami mau melihat kualitas yang ada di dalam diri seseorang.

Jangan biarkan kami terjerumus kepada cara pandang dunia ini ya Tuhan, melainkan biarlah kami mengikuti cara pandangMu, dan teladanMu dalam memperlakukan sesama kami dengan baik dan penuh kasih tanpa membeda - bedakan.

Terima kasih Tuhan Yesus, karena hari ini telah Engkau ingatkan kepada kami untuk tidak lagi mengutamakan penampilan luar yang kami lihat dari sesama kami.

Di dalam nama Tuhan Yesus yang kami sembah, kami berdoa.
Amin.

By : Team Moderator DSM





 Arsip: