::Home
    Agenda
    Kegiatan Rutin
    Liputan
    Renungan
    Tentang PUKAT
    Sejarah PUKAT
    Struktur Organisasi
    Personal Social Responsibility
    KEGIATAN
    Cawan Getsemani
    Forum Bisnis dan Intelektual
    BASOKA
    Misa Profesional & Usahawan
    Misa Bahasa Inggris
    Seminar Bisnis
    Pukat Mandiri
    The Guidance
    Coffee Morning
    Hubungi Pukat





Misa Syukur HUT ke-27 PUKAT Surabaya





BAKTI SOSIAL KATARAK 8 (BASOKA 8)



BASOKA 8

Dalam rangka peringatan HUT Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Keuskupan Surabaya yang ke - 27, PUKAT Keuskupan Surabaya mengadakan Bakti Sosial Operasi Katarak (BASOKA 8) bekerja sama dengan RS. National Hospital, RSK St. Vincentius A Paulo (RKZ) dan Sido Muncul.

Hingga saat ini kegiatan BASOKA tidak terasa sudah memasuki tahun ke-8 dan telah melayani umat di 24 PAROKI di wilayah Keuskupan Surabaya dan di luar Keuskupan Surabaya meliputi wilayah Jombang, Mojokerto hingga Bangkalan (Madura). Dan total umat yang telah dibantu oleh program BASOKA selama ini sekitar 700 orang.

Dalam rangka peringatan HUT Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Keuskupan Surabaya yang ke - 27, PUKAT Keuskupan Surabaya mengadakan Bakti Sosial Operasi Katarak (BASOKA 8) bekerja sama dengan RS. National Hospital, RSK St. Vincentius A Paulo (RKZ) dan Sido Muncul.

Hingga saat ini kegiatan BASOKA tidak terasa sudah memasuki tahun ke-8 dan telah melayani umat di 24 PAROKI di wilayah Keuskupan Surabaya dan di luar Keuskupan Surabaya meliputi wilayah Jombang, Mojokerto hingga Bangkalan (Madura). Dan total umat yang telah dibantu oleh program BASOKA selama ini sekitar 700 orang.




Renungan 10 Juni 2015

HIDUP UNTUK KRISTUS

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. (Filipi 1:22a)

Rasul Paulus ketika menuliskan surat ini sedang dalam penjara, namun hal itu tidak membuatnya sedih, kecewa dan putus harapan, namun sebaliknya, justru rohnya semakin menyala-nyala bagi Tuhan. Ia berprinsip jika Tuhan menghendakinya untuk hidup lebih lama lagi di dunia ini, berarti ada suatu kesempatan baginya untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan, melayani Dia dan memberitakan kabar baik bagi banyak orang, memberi buah.

Jadi hidup yang dijalani Paulus bukan lagi hidup untuk diri sendiri, namun sepenuhnya untuk Kristus, bagi Paulus, Kristus adalah segala-galanya, melebihi apapun yang ada di dunia ini. Dia berkata, 'apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus, malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.'

Apa yang diimani Paulus sangat jauh berbeda dengan apa yang kita percayai, kita memang percaya Tuhan Yesus, tetapi seringkali, Dia bukanlah segala-galanya, bagi kita mungkin harta atau keluarga atau karir kita yang merupakan segala-galanya, untuk itu kita berani mempertaruhkan hidup kita untuk itu, bukan untuk Kristus. Hidup kita justru seringkali menjadi batu sandungan bagi orang lain, kita lebih suka memuaskan keinginan daging dan menjadi sama atau serupa dengan dunia ini. Alkitab dengan tegas mengatakan, 'Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.'

Hidup kita seharusnya menjadi terang dan garam bagi dunia ini, menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan, seperti Paulus yang berani mengatakan, 'Saudara-saudaraku, ikutlah teladanku', dia bukan hanya mengerti firman Tuhan, tetapi juga mempraktekkannya dalam hidupnya.
Tuhan Yesus memberkati.





 Arsip: