::Home
    Agenda
    Kegiatan Rutin
    Liputan
    Renungan
    Tentang PUKAT
    Sejarah PUKAT
    Struktur Organisasi
    Personal Social Responsibility
    KEGIATAN
    Cawan Getsemani
    Forum Bisnis dan Intelektual
    BASOKA
    Misa Profesional & Usahawan
    Info Bursa Tenaga Kerja
    Misa Bahasa Inggris
    Seminar Bisnis
    Pukat Mandiri
    The Guidance
    Coffee Morning
    Hubungi Pukat





MISA PROFESIONAL DAN USAHAWAN, APRIL 2014



Hadirilah Misa Profesional dan Usahawan yang diselenggarakan setiap bulan.
Untuk bulan April,
misa akan diadakan pada
hari Jum'at,
tgl 25 April 2014
pkl. 19.00
di Hotel Meritus, Surabaya
dengan selebran Rm. Widajaka Pranata, CM.

Gathering & networking sehabis Misa dengan minum kopi dan teh.

Mohon mengajak teman, saudara dan kenalan untuk menghadiri misa tersebut. Ditunggu kehadirannya.

Informasi lengkap, silakan hubungi: Sekretariat Pukat, Jl. Ambengan 44, Surabaya, tlp: 5349304, 5358872, 08123043333.
Terima kasih, Tuhan memberkati.
www.pukat.org


Renungan Hari Sabtu, 18 April 2014: PENGORBANAN

Pengorbanan terjadi karena KASIH. Kebencian tidak mungkin menghasilkan 'pengorbanan' tapi 'korban'. 'Pengorbanan' adalah memberikan diri sendiri untuk kebaikan orang lain, sedang 'korban' adalah orang yang menderita akibat satu perbuatan jahat dari orang yang dikuasai kebencian.

Yesus memberikan diri-Nya untuk menderita, demi kebaikan manusia yang berdosa inilah PENGORBANAN. Malam sebelum hari penyaliban, Dia ditangkap oleh pasukan Imam besar, saat Dia
berada di taman Getsemani, kemudian dibawa ke rumah Kayafas, di sana Dia dicemooh, dipukuli dan disiksa.

Petrus sebagai saksi mata atas kejadian itu, berkata dalam I Petrus 2:23 'Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci
maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.' Nabi Yesaya menggambarkannya dalam Yesaya 53:7 'Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya
seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.'

Yesus tidak membalas dan membela diri dari diperlakukan seperti itu, sekalipun Dia mampu membalasnya, sebab Dia mampu
mendatangkan dua belas pasukan malaikat.

Mengapa Dia tidak melawan? Karena Dia MENGASIHI para penyiksanya, dan semua orang yang membenciNya, hal itu
sangat terlihat ketika Dia tergantung di atas kayu salib, Dia berdoa untuk memintakan pengampunan bagi setiap orang yang telah
menyiksa-Nya.

YESUS sadar bahwa dunia yang berdosa butuh PENGORBANAN DIRINYA, untuk diselamatkan, karena itu dengan sadar juga Dia berikan DiriNya dilukai dan dibunuh karena dengan lukaNya maka akan tersedia kuasa untuk menyembuhkan semua penyakit, dan dengan kematianNya tersedia kuasa yang menyelamatkan manusia dari hukuman dosa.

Betapa indahnya KASIH YESUS terhadap kita, biarlah hati kita dipenuhi dengan KASIHNYA yang ajaib, sehingga kita pun siap untuk mewarnai dunia ini dengan KASIH supaya kebencian tersingkir.

Pertanyaannya: Adakah orang lain di dunia yang begitu mengasihi kita sehingga menggantikan posisi menderita di kayu salib menebus dosa, agar kita tidak binasa?


Renungan Hari Sabtu, 18 April 2014: RENUNGAN MENYAMBUT PASKAH

Berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)

Pelayanan Yesus di dunia ini hanya sekitar 3 tahun. Bagi manusia biasa, apa yang dapat diperbuat dalam waktu yang begitu singkat? Namun, dalam waktu yang singkat itu Yesus melakukan banyak hal yang luar biasa. Yesus banyak membuat contoh - contoh, perumpamaan-perumpamaan yang luar biasa dan mukjizat.

Di Yohanes 19:30 Dia berkata, 'Sudah selesai.' Itu berarti kehidupan-Nya di dunia harus segera berakhir dengan puncak pengurbanan-Nya, yakni mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa manusia. Ketika Dia menundukkan kepala-Nya, itu melambangkan penyerahan-Nya yang tulus kepada Bapa-Nya di surga.

Setiap manusia pasti mengalami kematian. Namun, bagi yang percaya kepada Yesus kematian bukan akhir segalanya. Itu adalah awal kehidupan yang baru dan kekal. Kematian itu bersifat sementara karena selanjutnya ada kebangkitan dan kehidupan kembali.

Tuhan memberkati & Selamat Paskah!





 Arsip: