::Home
    Agenda
    Kegiatan Rutin
    Liputan
    Renungan
    Tentang PUKAT
    Sejarah PUKAT
    Struktur Organisasi
    Personal Social Responsibility
    KEGIATAN
    Cawan Getsemani
    Forum Bisnis dan Intelektual
    BASOKA
    Misa Profesional & Usahawan
    Misa Bahasa Inggris
    Seminar Bisnis
    Pukat Mandiri
    The Guidance
    Coffee Morning
    Hubungi Pukat





MISA PROFESIONAL DAN USAHAWAN, SEPTEMBER 2014



Dear all,

Hadirilah Misa Profesional dan Usahawan yang akan diadakan pada hari Jum'at, tanggal 19 September 2014 pkl. 19.00 di Hotel Pullman (d/h Meritus), Surabaya dengan selebran Rm. Widajaka Pranata, CM.

Gathering & networking sehabis Misa dengan minum kopi dan teh.

Mohon mengajak teman, saudara dan kenalan untuk menghadiri misa tersebut. Ditunggu kehadirannya.

Informasi lengkap, silakan hubungi:
Sekretariat Pukat,
Jl. Ambengan 44, Surabaya,
tlp: 031-5349304, 5358872, 08123043333.

Terima kasih, Tuhan memberkati pelayanan kita.
www.pukat.org


Renungan Hari Sabtu, 27 Agustus 2014

KUALITAS HIDUP

'Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu.' (Matius 23:17)

MANA yang lebih penting? Hidup atau uang, makanan, dan pakaian? Tentu saja hidup kita jauh lebih penting. Uang, makanan, pakaian, dan lain-lain itu Tuhan berikan untuk melengkapi kehidupan kita. Kehidupan kita dibagi menjadi dua, jasmani dan rohani. Mana yang bisa membawa kita pada kebahagiaan kekal di surga? Tentu saja kerohanian kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas hidup rohani kita. Jangan melulu meningkatkan kualitas hidup jasmani kita karena semuanya itu akan kita tinggal ketika kita harus kembali pada Bapa.

Dengan bekerja dan mendapatkan banyak uang kita dapat menikmati hidup dengan layak atau mungkin hidup mewah. Tapi ingat kata Yesus, 'Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.' (Matius 23:23b) Meningkatkan kualitas kehidupan rohani jangan diabaikan. Justru itulah yang membawa kita pada keselamatan kekal. Iman, pengharapan, dan kasih merupakan hal-hal yang harus kita terus tingkatkan kualitasnya. Mari bersama-sama kita tingkatkan hidup kerohanian kita dengan berdoa, membaca firman Tuhan, dan melayani sesama.

Sudahkah kita meningkatkan kualitas kehidupan rohani kita?

DOA : Tuhan, ampuni kami yang lebih sering mencukupi kehidupan jasmani kami dan mengabaikan kehidupan rohani kami. Amin.


Renungan Hari Sabtu, 26 Agustus 2014

BENAR DAN LAYAK DI HADAPAN TUHAN

Untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. (Lukas 1:17b)

Banyak orang yang rajin, khusyuk dan serius beribadah, kata-katanya selalu mengagungkan nama Tuhan, 'Puji Tuhan', 'Haleluya' kerapkali menjadi bagian dari kalimat-kalimat yang diucapkan. Tetapi sekaligus, ia adalah ayah yang tidak bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya, seorang warga masyarakat yang dibenci oleh sekelilingnya dan seseorang yang penuh tipu muslihat dan mementingkan diri sendiri. Dan akhir-akhir ini, semakin banyak orang-orang seperti ini, barangkali kita juga termasuk di dalamnya.

Alkitab sungguh mengajarkan kita tidak seperti itu, dimensi dan nuansa sosial Alkitab sangat mencolok, coba kita renungkan ayat di atas mengenai Yohanes Pembaptis. Yohanes tidak dipanggil untuk membuat orang menjadi agamawan yang saleh, tetapi untuk menjadi orang tua yang menyayangi anak-anaknya, bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, mempunyai tanggung jawab sosial. Ia juga tidak dipanggil untuk memenuhi target mempertobatkan sekian ribu jiwa dalam semalam, tetapi menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak.

Apa itu umat yang layak bagi Tuhan? Jawabnya adalah persekutuan orang-orang yang memiliki 'pikiran orang-orang benar', orang-orang yang melakukan kehendak Allah.

Berbeda dengan pikiran orang-orang fasik yang terarah dan berpusat pada kepentingan sendiri, pikiran orang-orang benar terarah kepada Allah dan sesama. Mengenai harta dan kekuasaan, misalnya, kalau orang fasik, pikiran mereka adalah bagaimana mempergunakan harta dan kekuasaan untuk kepuasan diri, orang benar memanfaatkan harta dan kekuasaan untuk memuliakan Tuhan dan kesejahteraan umat manusia.

Tuhan Yesus memberkati.





 Arsip: