Home  |  Event  |  Renungan  |  Berita  |  Tentang PUKAT  |  Hubungi PUKAT  |  

BASOKA
CAWAN GETSEMANI
MISA JUMAT KE-1
KEPEX
PBC

Tentang PUKAT

Pemberkatan Pengurus Pukat (22 Jan 2017)



HUT PUKAT ke-27 (tahun 2015)



VISI PUKAT


Menjadi wadah pertumbuhan spiritualitas Iman Katolik dari para Profesional dan Usahawan Katolik dengan talenta dan kemampuannya untuk diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

MISI PUKAT

  1. Mengadakan kegiatan-kegiatan spiritualitas untuk pertumbuhan iman Katolik agar menjadi ‘garam’ dalam keluarga, usaha dan relasi bisnis.
  2. Mengadakan kegiatan-kegiatan sosial agar menjadi saluran berkat bagi sesama di keuskupan Surabaya.
  3. Membina dan membentuk generasi muda sebagai penerus profesional dan usahawan Katolik.


'Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang ada di Surga.' (Matius 5:16)

PUKAT memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Pengusaha dan professional agar dapat berperan aktif secara nyata dalam pembangunan gereja Katolik dengan cara:
* Persembahan dalam bentuk Uang
* Persembahan dalam bentuk Waktu
* Persembahan dalam bentuk Ketrampilan (bakat/kemampuan)

Dengan demikian, sudah selayaknya PUKAT menjadi alat dan berperan sebagai kepanjangan tangan karya KEUSKUPAN SURABAYA, terutama dalam BIDANG SOSIAL DAN KEMANUSIAAN.

Dengan berpedoman pada tata laksana PUKAT yang disusun oleh para Pendiri (Founders) Pukat , maka kami memandang perlu adanya suatu pedoman atau pegangan bagi Pengurus dan anggota PUKAT agar dapat menyesuaikan diri dan berkontribusi optimal dalam berbagai aktivitas Pelayanan Pukat sesuai dengan dinamika masyarakat (umat) yang terus berubah selaras dengan perubahan jaman dalam semangat kasih dan persaudaraan.

Paus Yohannes Paulus II, dalam surat gembalanya
(centesimus writings) pada tahun 1991 menyimpulkan :

'suatu ketika faktor yang menentukan produksi bukanlah tanah, kemudian modal ... tetapi yang paling menentukan adalah manusianya itu sendiri, yaitu pengetahuannya.'

Jadi.. Keberhasilan adalah semata-mata ... suatu hasil dari menggembalakan sekawanan manusia berotak cemerlang...'

Dengan Pengetahuan kita bisa menyelamatkan jiwa, dengan pengetahuan kita bisa ikut serta dalam membangun gereja katolik.

Jika seseorang sudah 'berpengetahuan' karakternya akan terbentuk, dan pada akhirnya orang tersebut akan mengambil / memakainya sebagai prinsip-prinsip dalam hidupnya.

Sehingga dengan berfokus kepada 'PENGETAHUAN' tersebut diatas diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pengusaha dan Profesional yang dimenangkan dalam Tuhan.


AKTIVITAS

Salah satu gagasan yang mengubah dunia yang disampaikan oleh Paus Benediktus XVI adalah pentingnya Identitas Katolik - persoalan dewasa ini adalah, ' Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu itu bersifat Katolik, dan bagaimana kita menjaminnya tetap Katolik ?'

Aktivitas dan kegiatan Pukat haruslah berupa Program kerja terpadu, dimana setiap kegiatan Pukat berpedoman kepada Visi & Misi Pukat , setidaknya ada 3 (tiga) poros bidang pelayanan yaitu:
(1) Bidang Rohani ( RELIGI )
(2) Bidang Sosial ( KEMANUSIAAN )
(3) Bidang Ekonomi ( PEMBERDAYAAN )

Dengan menjawab tantangan tersebut diatas, Pukat akan semakin eksis dan Kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dalam karya-karya Kemanusiaan yang di persembahkan oleh pukat.

Inilah esensi yang tidak boleh di anggap enteng oleh pengurus dan seluruh Anggota PUKAT agar selalu siap dalam menjawab setiap tantangan masa depan.

Untuk itu, kita semua sebagai pengurus dan anggota PUKAT perlu mempunyai persepsi yang sama tentang mengapa kita mau aktif sebagai pengurus PUKAT? Dan kontribusi apa yang dapat kita berikan untuk PUKAT?


PUKAT adalah KOMUNITAS

Komunitas adalah tempat untuk memiliki dan dimiliki, sebuah tempat dimana anggotanya hidup dan menemukan jatidirinya.

Untuk melihat makna sebuah komunitas bisa kita lihat contoh yang paling nyata adalah sebuah Keluarga. Keluarga adalah Komunitas, dimana kita semua untuk pertama kali menjadi anggotanya.

Seorang anak pertama-tama menjadi milik ibunya. Milik pertama-tama dalam kandungan ini sedemikian melekat sehingga beberapa ibu merasa memiliki hak atas hidup dan matinya si Anak. Seolah-olah anak dalam kandungannya tidak memiliki hak atas eksistensinya.

Apabila seorang anak dicintai, dinilai berharga, didengarkan, disentuh dengan kasih sayang, ia merasakan kedamaian. Ia tahu bahwa ia ada yang memiliki. Ia ditimang, dilindungi dan aman. Ia akan membuka diri tanpa rasa takut.

Kerinduan yang mendalam pada seorang anak adalah kebersamaan dengan ibu dan bapanya. Ini adalah kebutuhan semua insan yang paling fundamental, sumber dari semua kebutuhan dan semua keinginan.

Demikianlah adanya PUKAT sebagai sebuah keluarga, sebuah komunitas milik anda , dan anda dimiliki oleh PUKAT.


KOMUNITAS PERLU KERJA SAMA

Di dalam sebuah komunitas, orang-orang terpanggil untuk bekerja sama. Pekerjaan harus diselesaikan; hasil bumi digarap; bahan makanan harus dibeli dan santapan untuk setiap harinya harus dihidangkan, piring-piring harus dicuci dan lantai harus dibersihkan; berdoa dan bekerja harus dilakukan pada waktunya.

Segala sesuatu ada masanya, uang harus dicari dan sumbangan harus dikumpulkan; kemudian uang harus dibelanjakan dan perhitungannya harus dibuat, begitu seterusnya. Jelaslah bahwa masing-masing anggota akan mendapat tugas untuk dikerjakan dan harus dipertanggung jawabkan kepada seseorang atau komunitas.

Diatas segalanya, PUKAT adalah tempat untuk berkarya dan berbuah secara bersama-sama. PUKAT adalah pundi-pundi yang penuh dangan kasih dan anugerah Allah yang siap untuk di bagikan kepada sesama, yang akan mendorong kesadaran untuk hidup dalam persatuan.


KERJA SAMA PERLU SALING PERCAYA

Saling percaya di dalam hati komunitas lahir dari sikap mengampuni setiap hari dan menerima kelemahan dan kemiskinan diri kita sendiri dan orang lain. Tetapi kepercayaan ini tidak tumbuh dalam semalam. Itulah sebabnya mengapa untuk membentuk PUKAT yang sesungguhnya, membutuhkan waktu. Dalam usianya yang 21 tahun, PUKAT telah dewasa, dewasa dalam Iman, dewasa dalam Karya terlebih lagi dewasa dalam hidup bersama membangun gerakan Pukat yang selaras dengan kehendak Allah.

PUKAT yang kita cintai, terbukti setelah melewati penderitaan, setelah pencobaan yang sangat besar, tekanan-tekanan dan bukti kesetiaan, kepercayaan mulai tumbuh. Sebuah komunitas di mana di dalamnya ada saling kepercayaan yang tulus adalah komunitas yang tidak dapat dihancurkan.

Berkarya dalam PUKAT, adalah untuk menemukan dan mencintai apa yang unik dalam diri kita sendiri. Bagaimana kita menjadi bebas. Sehingga kita tidak lagi hidup menurut keinginan orang lain atau oleh gambaran diri kita sendiri, kita menjadi bebas, bebas untuk mencintai orang lain sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana kita inginkan.


KERJASAMA MENGGUNAKAN TALENTA KITA

Menggunakan talenta kita merupakan usaha membangun PUKAT. Jika kita tidak percaya pada talenta kita, kita merugikan komunitas dan juga anggota-anggotanya. Sehingga penting bagi bagi setiap anggota untuk mengetahui talenta mereka, memakainya dan bertanggung jawab untuk mengembangkannya.

Talenta setiap orang penting untuk dikenali dan setiap orang bertanggung jawab pada sesamanya untuk menggunakannya bagi siapa talenta itu diberikan. Kita semua saling membutuhkan talenta sesama kita, kita harus mendukung perkembangannya dan setia padanya. Setiap orang akan menemukan tempatnya dalam PUKAT sesuai dengan talenta mereka. Mereka tidak hanya berguna saja, tetapi unik dan perlu bagi yang lain, sehingga persaingan dan iri akan musnah.

Rasa iri adalah salah satu gangguan yang menghancurkan PUKAT. Datangnya dari kebodohan dan kekurang-percayaan orang-orang akan talenta mereka sendiri, kita tidak akan iri kepada talenta orang lain.

Tujuan terpenting adalah, bahwa setiap orang (baca: Anggota) harus tumbuh dalam talentanya sendiri untuk membangun PUKAT dan membuatnya menjadi indah dan berseri-seri, sebagai tanda nyata dari Kerajaan Allah.


TALENTA MELAHIRKAN SIMPATI

Setiap orang akan cepat akrab dan bersahabat dengan orang-orang yang menyerupai dirinya. Kita semua cenderung bergaul dengan orang-orang yang menyenangkan kita, dengan siapa kita dapat membagikan ide-ide kita, cara kita memandang kehidupan dan rasa humor kita. Kita mendukung satu sama lain, kita saling memuji: ' Anda hebat' - 'demikian juga Anda' - 'kita hebat karena cerdas dan pandai' dsb

Pemikiran dengan siapa kita kita merasa cocok atau tidak cocok, akan menghalangi kita, menentang kita, juga melumpuhkan kekayaan hidup kita dan kemerdekaan kita. Kehadiran mereka menyadarkan kita akan kemiskinan, rasa salah dan luka batin kita, mengancam dan membangkitkan dari dalam diri kita agresi, ketakutan dan kecenderungan menarik diri.

Dalam PUKAT kita diajak untuk menerima bahwa kita memiliki kelemahan dan cacat -cacat, bahwa kita telah berdosa melawan Allah dan melawan saudara-saudara kita, tetapi bahwa kita diampuni dan dapat tumbuh menuju kebebasan batin dan cinta yang lebih besar, maka kita dapat menerima kelemahan dan cacat orang lain. Mereka juga diampuni Allah dan tumbuh menuju kebebasan cinta.

Komunitas adalah tempat pengampunan. Disamping adanya saling percaya di antara kita, selalu ada kata-kata yang melukai, keinginan menonjolkan diri, situasi-situasi rawan penyebab perpecahan. Itulah sebabnya mengapa hidup bersekutu mengandung makna mengandung salib, usaha terus menerus, setiap hari bersikap menerima dan saling memaafkan.

Banyak orang datang ke PUKAT untuk menemukan sesuatu, untuk menjadi milik sebuah kelompok yang dinamis, untuk menemukan sebuah hidup yang mendekati ideal.. sebagai satu keluarga karena aku, engkau, kita adalah satu Saudara.



   Home  |  Event  |  Renungan  |  Berita  |  Tentang PUKAT  |  Hubungi PUKAT  |